PERSIAPAN ODE KAMPUNG 2 DAN BANTEN BANGKIT
Posted by muhden on June 29, 2007
“Alon-alon asal kelakon”. Istilah itu pas untuk menggambarkan suasana di Rumah Dunia. Beberapa hari ini komunitas sastra di Serang-Banten sedang sibuk melakukan persiapan hajatan “Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra Se-Nusantara”, 20 – 22 Juli 2007. Setelah Ode Kampung 1 pada Februari 2006 mendapat respon baik, kami yakin Ode kampung 2 akan meledak. Sudah ratusan orang mendaftar lewat email panitia; odekampung2@yahoo.com. Mereka dari Aceh, Padang, Palembang, Kalimantan, Sulawesi, Bogor, Bandung, Cirebon, Bekasi, Majalengka, Yogya, Tegal, Jember, Ngawi, Bali, dan masih banyak lagi. Kami sebagai panitia harus menjadi tuan rumah yang baik.
BEBEGIG KECIL
Senin (25/6/7) sore, beberapa anak kecil memilin-milin jerami yang diambil dari sawah oleh relawan Rumah Dunia; Awi dan Renhard. Ada yang mengikatnya dengan kawat besi dan menggunting jerami berbentuk boneka kecil. Mereka sedang membuat bebegig, orang-orangan sawah. Mereka senang membuat bebegig, karena itu hal terbaru yang pernah mereka lakukan.
“Pak, kayak gini?” tanya Hadi pada tutor wisata gambar Rumah Dunia, Pak Indra Kesuma, yang sedang mengawasi anak-anak yang saat itu. “Nah, begitu bagus. Coba tambah lagi jerami biar terlihat bagus bonekanya,” seru Pak Indra mengambil sedikit jerami; dia memberi contoh pada anak-anak yang ikut membantu.
Boneka-boneka bebegig itu sengaja dibuat untuk kepentingan artistik pada Ode kampung 2. Persiapan demi persiapan untuk menghadapi hari H kami lakukan. Seperti Selasa (26/6/7) kemarin, kami melakukan rapat lagi. Wowok Hesti Prabowo, Firman Venayaksa, Wan Anwar, Toto ST Radik, dan beberapa relawan Rumah Dunia hadir memerinci dana. Gola Gong muncul belakangan sepulang dari kantor sambil menyerahkan daftar pemasukan dana kepada Firman. “Kas Rumah Dunia Rp. 5 jt, Forum Kesenian Banten Rp. 1 jt, Kubah Budaya Untirta Rp. 300 ribu, Padhiputih Rp. 1 jt, Fahri Asiza Rp. 500 ribu, Gagas media Rp. 500 ribu,” Firman membacakan dafar itu. “Masih ada yang mau ngasih. Tinggal kita ambil. STIE Banten Rp. 500 ribu dan STIKOM Wangsa Jaya Rp. 500 ribu.”
DISKUSI 30 JUNI 2007
Tapi bukan Rumah Dunia kalau tidak mengadakan diskusi di setiap akhir pekan. Walaupun kami sedang sibuk mempersiapkan “Ode Kampung 2”, Klab Diskusi Rumah Dunia yang dikomandani Langlang Randhawa, bekerjasama dengan Koran Jurnal Nasional, Jakarta, akan mengadakan diskusi dengan tema “Banten Bangkit”: Membentuk Generasi Cerdas, Kreatif, Kritis, Inovatif dengan Jurnalistik dan Sastra untuk Menuju Banten Nagari Rahayu Jaya Santika. Dalam diskusi itu menghadirkan pembicara Noor Syamsuddin Ch. Haesy, Pimpinan Umum Koran Jurnal Nasional. Moderator langsung oleh Firman Venayaksa selaku presiden Rumah Dunia dan dosen Untirta Serang.
Kenapa harus “Banten Bangkit”? Langlang selaku PJ Klab Diskusi menjelaskan, “Bukan hanya kebangkitan nasional saja yang harus kita dukung, tapi kebangkitan di Banten pun harus kita peringati, agar kata kebangkitan bersifat bukan hanya merasakan saja, melainkan mengalami langsung perubahan demi perubahan untuk memajukannya.” Langlang menyarankan, “Pelajar dan mahasiswa di Banten harus datang. Pembicaranya oke punya. Dia pernah jadi menejer program TPI, dosen di Malaysia, dan ini yang mengejutkan. Dia cucu residen pertama Banten, Achmad Chotib.”
Diskusi “Banten Bangkit” dilaksanakan pada Sabtu, 30 juni 2007, pukul 13.30 WIB, bertempat di Rumah Dunia Komplek Hegar Alam No 40, Ciloang Serang. Bagi kawan-kawan atau saudara yang peduli dan masih memiliki rasa nasionalis atau kelokalan terhadap bangsa dan daerahnya, diharapkan kehadirannya pada acara ini. Untuk duduk bersama mendiskusikan masalah kebangkitan lokal, yang kian hari kian terkikis rasa kelokalannnya. Untuk itu, mari kita bangkit. Membangun Banten cerdas dengan jurnalistik dan sastra.
(Muhzen_den, Pj. Kedai Buku Jawara dan mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta)