SENANDUNG HUJAN
Hujan gugur di tanah duri
Airnya mengoyak perih
Yang menggenang ke pedalaman bui
Dan mengalir di pelupuk benih
Sampai kini tak pernah bertepi
Rumahku, Januari 2008
AKU INGIN BICARA, WAHAI BELENGGU
Beri aku ruang untuk bicara
Untuk lepaskan semua kata
Boleh aku bicara?
Wahai, belenggu
Agar dapat lebur asa jiwaku
Dan pahami maksud itu
Aku ingin kau dengar keluhku
Wahai, belenggu
Rumahku, Januari 2008
DUSTA YANG KAU PILIH
Dusta yang kau pilih
Telah kau sangkarkan pada hatimu
Dusta yang kau puja
Jelmakan nasfu setan
Dusta yang kau renggut
Adalah petaka bagimu
Dusta yang kau ikat
Adalah semu bayang-bayangmu
Rumah Dunia, 22/02/2008
MIMPI PERIH
Ketika mimpi-mimpi
Berkubang pada sanubari
Riak celoteh air bersenandung
Mengucapkan kata-kata pisah
Yang berakhir pada luka
Terjatuh dalam pelukan raga
Lalu merapat erat segala
Sampai perih terus bersenandung
Dan penantian hanya ruang sepi
Ciloang, 6 Januari 2008