WELCOME…!

Dengan Gagasan dan Pikiran Jadikan Sebagai Bentuk Kepedulian

SENANDUNG DUSTA, DAN MIMPI PERIH

Posted by muhden on April 20, 2008

SENANDUNG HUJAN

Hujan gugur di tanah duri
Airnya mengoyak perih
Yang menggenang ke pedalaman bui
Dan mengalir di pelupuk benih
Sampai kini tak pernah bertepi

Rumahku, Januari 2008

AKU INGIN BICARA, WAHAI BELENGGU

Beri aku ruang untuk bicara
Untuk lepaskan semua kata
Boleh aku bicara?
Wahai, belenggu

Agar dapat lebur asa jiwaku
Dan pahami maksud itu
Aku ingin kau dengar keluhku
Wahai, belenggu

Rumahku, Januari 2008

DUSTA YANG KAU PILIH

Dusta yang kau pilih
Telah kau sangkarkan pada hatimu
Dusta yang kau puja
Jelmakan nasfu setan
Dusta yang kau renggut
Adalah petaka bagimu
Dusta yang kau ikat
Adalah semu bayang-bayangmu

Rumah Dunia, 22/02/2008

MIMPI PERIH

Ketika mimpi-mimpi
Berkubang pada sanubari
Riak celoteh air bersenandung
Mengucapkan kata-kata pisah
Yang berakhir pada luka

Terjatuh dalam pelukan raga
Lalu merapat erat segala
Sampai perih terus bersenandung
Dan penantian hanya ruang sepi

Ciloang, 6 Januari 2008

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>