<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WELCOME...!</title>
	<atom:link href="http://muhden.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhden.wordpress.com</link>
	<description>Dengan Gagasan dan Pikiran Jadikan Sebagai Bentuk Kepedulian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 15:57:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhden.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d93f8ea96d14cb5ab1db7e2b5114972b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WELCOME...!</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Perkakas ‹ WELCOME…! — WordPress</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/perkakas-%e2%80%b9-welcome%e2%80%a6-%e2%80%94-wordpress/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/perkakas-%e2%80%b9-welcome%e2%80%a6-%e2%80%94-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Perkakas ‹ WELCOME…! — WordPress.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=59&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href='http://muhden.com/wp-admin/tools.php'>Perkakas ‹ WELCOME…! — WordPress</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=59&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/perkakas-%e2%80%b9-welcome%e2%80%a6-%e2%80%94-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEROR FILM 2012</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/teror-film-2012/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/teror-film-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[penonton]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Muhzen Den
Entah kenapa, saya merasakan sesuatu yang tak nyaman menyaksikan film 2012 yang banyak orang membicarakan film tersebut sebagai film cerita ‘Kiamat’. Namun, bagi saya film tersebut saya anggap seperti film-film biasa, yang hanya memiliki kelebihan dengan menonjolkan sisi dramatis dan tragis dari segi permainan artistik latar tempat dan imajinasi peristiwa gempa. Sehingga adegan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=53&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong></strong><strong><a href="http://muhden.files.wordpress.com/2009/11/2012_.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-52" title="2012_" src="http://muhden.files.wordpress.com/2009/11/2012_.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a><br />
</strong><em>Oleh: Muhzen Den</em></p>
<p>Entah kenapa, saya merasakan sesuatu yang tak nyaman menyaksikan film 2012 yang banyak orang membicarakan film tersebut sebagai film cerita ‘Kiamat’. Namun, bagi saya film tersebut saya anggap seperti film-film biasa, yang hanya memiliki kelebihan dengan menonjolkan sisi dramatis dan tragis dari segi permainan artistik latar tempat dan imajinasi peristiwa gempa. Sehingga adegan tersebut seakan-akan menghipnotis dan meneror emosi para penonton.</p>
<p>Ada yang tak sejalan dengan pemikiran dan persepsi saya, ketika mendengar dan menyaksikan pemberitaan-pemberitaan baik di media massa cetak dan elektronik tentang film 2012 itu. Berbagai pemberitaan atau komentar tentang film tersebut sebagai film cerita ‘Kiamat’ dan dihubung-hubungkan dengan ramalan suku Maya dari benua Amerika, tentang peristiwa yang akan meluluh-lantakkan bahkan meniadakan dataran bumi yang kita cintai ini.</p>
<p>Sungguh kabar tersebut tidak mengenakkan, bahkan membuat setiap orang bertanya-tanya terutama saya sebagai penonton serta penikmat film, sehingga lewat tulisan ini ingin berbagi perasaan, pemikiran dan persepsi yang masih berkumandang di sekitar kita tentang isu ‘kiamat’ di tahun 2012.</p>
<p>BUKAN ‘KIAMAT’<br />
Saya rasa, semua umat manusia yang ada di bumi ini tak akan tahu kapan itu ‘kiamat’ terjadi. Bagi hemat saya, ‘kiamat’ adalah sebuah kabar rahasia yang hanya bisa diketahui dan dikehendaki oleh Sang Pencipta alam ini &#8211; Allah SWT. Sebab, hal semacam itu tidak sembarang orang atau manusia bisa mengetahuinya, bahkan kabar ‘kiamat’ ini benar-benar privasi milik Allah SWT.</p>
<p>Para Rasul dan nabi tak akan tahu kapan ‘kiamat’ akan terjadi. Mereka hanya diberitahukan lewat tanda-tanda saja yang dikait-kaitkan dengan peristiwa akhir massa tersebut. Seperti bencana alam, kematian manusia, perubahan tingkah laku manusia, dan kelahiran-kelahiran ajaib yang dialami penghuni bumi beserta isinya. Dari hal itulah, yang sampai saat ini dipahami dan diyakini oleh kaum muslim khusus berdasarkan ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam kitab suci.</p>
<p>Hubungannya dengan film 2012, bagi saya film tersebut hanya mengabarkan sebuah bencana alam besar yang akan terjadi di bumi. Namun menurut persepsi dan pemikiran saya tidak ada hubungannya dengan akhir peradaban hidup manusia di bumi. Agi saya film tersebut sebagai teguran atau peringatan kepada kita, agar tetap menjaga dan melestarikan alam ini, jangan sampai hancur dan rusak.</p>
<p>STRATEGI POLITIK-EKONOMI<br />
Setelah menoton film 2012 tersebut, saya menemukan sebuah analisa bahwa film tersebut merupakan sebuah promosi antarnegara Amerika  Serikat, China, India dan Perancis. Saya melihat yang lebih menonjol dari film 2012 adalah kerjasama politik-ekonomi antar Amerika Serikat dan China, sebagai negara-negara adidaya di dua kawasan berbeda benua; Amerika dan Asia.</p>
<p>Dari adegan film tersebut jelas saya menemukan sebuah keganjilan, terutama ketika adegan dimana orang-orang digiring menuju pegunungan dan di sana terdapat tiga buah kapal laut atau kapal selam. Namun, yang menjadi titik dari analisa saya adalah di dalam adegan tersebut kental sekali kerjasama antar dua negara tersebut; Amerika dan China.</p>
<p>Nah, dari hal tersebut saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa film 2012, yang banyak orang menggadang-gadangkan sebagai film cerita ‘kiamat’ dan dihubungkan dengan ramalan dari suku Maya di benua Amerika, merupakan sebuah strategi politik-ekonomi. Dan kita sebagai ummat muslim yang meyakini ajaran agama Islam dengan kitab suci Al-Quran, janganlah terlalu larut meyakini pemberitaan-pemberitaan ramalan suku Maya tentang ‘kiamat’ dan tak ada hubungannya dengan film 2012.</p>
<p>Film 2012 hanya sebuah promosi dari dua negara adidaya Amerika Serikat dan China dalam kerjasama politik-ekonomi, sehingga pemberitaan tentang film dan kaitannya dengan ramalan ‘kiamat’ 2012 hanyalah isapan jempol belaka. Film 2012 hanya sebuah teror bagi kita, bahwa hidup kita di bumi ini hanya sementara, dan janganlah semena-mena merusak, bahkan menghacurkan sesuatu yang ada di bumi ini. Jaga dan lestarikan!</p>
<p>(*Muhzen Den adalah mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta dan relawan Rumah Dunia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=53&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2009/11/26/teror-film-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhden.files.wordpress.com/2009/11/2012_.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2012_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI DERMAGA KE BATU PANTAI</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2009/01/14/dari-dermaga-ke-batu-pantai/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2009/01/14/dari-dermaga-ke-batu-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 14:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[buih]]></category>
		<category><![CDATA[dermaga]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[merak]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[rinai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[DI DERMAGA PELABUHAN MERAK
Di dermaga pelabuhan Merak
Aku tambatkan semilir duka
Pada rinai buih laut yang
Mengelokkan dada
Walau warna senja
perlahan menutup
Hari di ujung bumi barat
Sampai menjelang gelap
Aku masih terpekur meniti
Waktu dari serpihan dukaku
Pada jejak kaki hampa
Dilantai beraspal dan
Deru mesin kapal Ferry
Membawaku pulang

Merak, 21/12/08


BATU-BATU PANTAI
Biarlah angin menampar
Wajahku yang kusut oleh waktu
Serta deburan ombak menenggelamkan
Aku ke ruang sunyi tanpa kata

Biarlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=45&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>DI DERMAGA PELABUHAN MERAK</strong></p>
<p class="MsoNormal">Di dermaga pelabuhan Merak</p>
<p class="MsoNormal">Aku tambatkan semilir duka</p>
<p class="MsoNormal">Pada rinai buih laut yang</p>
<p class="MsoNormal">Mengelokkan dada</p>
<p class="MsoNormal">Walau warna senja</p>
<p class="MsoNormal">perlahan menutup</p>
<p class="MsoNormal">Hari di ujung bumi barat</p>
<p class="MsoNormal">Sampai menjelang gelap</p>
<p class="MsoNormal">Aku masih terpekur meniti</p>
<p class="MsoNormal">Waktu dari serpihan dukaku</p>
<p class="MsoNormal">Pada jejak kaki hampa</p>
<p class="MsoNormal">Dilantai beraspal dan</p>
<p class="MsoNormal">Deru mesin kapal Ferry</p>
<p class="MsoNormal">Membawaku pulang</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Merak, 21/12/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>BATU-BATU PANTAI</strong></p>
<p class="MsoNormal">Biarlah angin menampar</p>
<p class="MsoNormal">Wajahku yang kusut oleh waktu</p>
<p class="MsoNormal">Serta deburan ombak menenggelamkan</p>
<p class="MsoNormal">Aku ke ruang sunyi tanpa kata</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Biarlah kerisauan</p>
<p class="MsoNormal">Menjadi tambatan akhir</p>
<p class="MsoNormal">Pencarian diriku pada dunia</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Biarlah aku sendiri</p>
<p class="MsoNormal">Di atas batu-batu pantai</p>
<p class="MsoNormal">Yang membisu ditenggelamkan</p>
<p class="MsoNormal">Oleh waktu</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Kelapatujuh, 21/12/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>MERAPATLAH WAHAI, KAPAL CINTAKU</strong></p>
<p class="MsoNormal">Padahal, penantian adalah resah</p>
<p class="MsoNormal">Yang menjengkelkan sekaligus memudarkan</p>
<p class="MsoNormal">Hasrat rindu berkepanjangan</p>
<p class="MsoNormal">Padahal, pertemuan-pertemuan itulah</p>
<p class="MsoNormal">Yang diharapkan ‘kan tiba jua</p>
<p class="MsoNormal">Mengobati puncak gunung rindu ini</p>
<p class="MsoNormal">Yang beku disekam oleh waktu</p>
<p class="MsoNormal">Merapatlah wahai, kapal cintaku</p>
<p class="MsoNormal">Di sini aku menunggumu dalam</p>
<p class="MsoNormal">Perih siang dan luka malam</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Merak, 21/12/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>BERDUA DI DERMAGA</strong></p>
<p class="MsoNormal">Bagai burung aku dan kau terbang</p>
<p class="MsoNormal">Mengitari dunia ramai yang diguncang</p>
<p class="MsoNormal">Oleh persoalan hidup terlalu matang</p>
<p class="MsoNormal">Bagai dunia milik berdua</p>
<p class="MsoNormal">Aku dan kau duduk</p>
<p class="MsoNormal">Di bahu dermaga sambil</p>
<p class="MsoNormal">Melantunkan suara cita</p>
<p class="MsoNormal">Dan nyanyian tawa yang</p>
<p class="MsoNormal">Terdengar di mulut cinta</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Merak, 21/12/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>BERDUAAN DI MASJID </strong></p>
<p class="MsoNormal">Segala penat, letih dan lemas</p>
<p class="MsoNormal">Bergumul dalam bidak kepala dan raga</p>
<p class="MsoNormal">Mempertontonkan wajah-wajah tua</p>
<p class="MsoNormal">Di usia muda.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Segala sesal, sedih dan bahagia</p>
<p class="MsoNormal">Berpagutan dalam dinding keramik</p>
<p class="MsoNormal">Yang meniadakan warna-warna</p>
<p class="MsoNormal">Di lensa kelopak mata.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Segalanya berdua saja</p>
<p class="MsoNormal">Dalam tabir tak bertuan</p>
<p class="MsoNormal">Mencari nabi</p>
<p class="MsoNormal">Di bibir masjid.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Rumahku, 11/10/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>MEMINANG MAWAR</strong></p>
<p class="MsoNormal">:<strong> </strong><em>Sikacamata</em></p>
<p class="MsoNormal">Seribu kumbang menghisap madu</p>
<p class="MsoNormal">Tujuh tangkai berduri gugur disemai angin</p>
<p class="MsoNormal">Tetesan embun memeluk daun</p>
<p class="MsoNormal">Namun cukup satu tangkai yang terpetik</p>
<p class="MsoNormal">Mawar merah hatimu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Rumahku, 03/10/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>MALAM SAKSI KELAM</strong></p>
<p class="MsoNormal">Kelam lebur warna</p>
<p class="MsoNormal">Menggulitakan mataku dikala tiba</p>
<p class="MsoNormal">Cahaya bulan tertumpuk di daun-daun</p>
<p class="MsoNormal">Lalu bintang tersangkut di reranting</p>
<p class="MsoNormal">Malam saksi kelam</p>
<p class="MsoNormal">Kisahku tenggelam di bawah lampu temaram.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Rumahku, 03/10/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>PENGEMBARAAN</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pendam jiwa sepi dalam riang</p>
<p class="MsoNormal">Menggapai harap jadi sendirian</p>
<p class="MsoNormal">Tanpa sepenggal kisah malam</p>
<p class="MsoNormal">Hanya hasrat membuncah tak tertahan</p>
<p class="MsoNormal">Mendaki diri dalam pengembaraan</p>
<p class="MsoNormal">Dibelantara kelam</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>UPI, 16-17/04/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>MENANTI RUMAH-RUMAH</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dari dulu sampai sekarang</p>
<p class="MsoNormal">Musim dan cuaca terus berganti</p>
<p class="MsoNormal">Di payungi deras hujan dan terik kemarau</p>
<p class="MsoNormal">Yang mematangkan isi dalam wajan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dari dulu sampai sekarang</p>
<p class="MsoNormal">Penghuni bumi terus meramai</p>
<p class="MsoNormal">Menyanyikan lagu-lagu <em>pop</em> sedih</p>
<p class="MsoNormal">Jerit <em>rock n’ roll</em> dan tawa <em>dangdut</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dari dulu sampai sekarang</p>
<p class="MsoNormal">Gedung-gedung terus berkembang</p>
<p class="MsoNormal">Menanamkan kebun-kebun pada dasar</p>
<p class="MsoNormal">Dan rumah-rumah menanti dihancurkan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Rumahku, 8/11/08</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>BIODATA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penulis lahir di Serang 6 Juli 1987. Aktif di komunitas baca Rumah Dunia, UKM Belistra, Hima Prodi Diksatrasia dan masih tercatat sebagai mahasiswa semester VB Diksatrasia FKIP Untirta. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Koran local dan nasional. Sekarang tinggal di Serang, komplek Hegar Alam No. 40, Ciloang.</p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=45&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2009/01/14/dari-dermaga-ke-batu-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIARKAN PEMULA MENAPAKI DUNIANYA</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/biarkan-pemula-menapaki-dunianya/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/biarkan-pemula-menapaki-dunianya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 16:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artsei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[

Sepertinya gejala-gejala kepenulisan di Banten mulai tampak dan mengada. Beberapa tulisan anyar yang ditulis oleh penulis muda Banten, banyak memenuhi rubik budaya di media lokal, baik berupa cerpen, puisi dan esai. Mereka begitu bergejolak dan bersemangat dalam menekuni dunia menulisnya, sehingga ada kewajaran jika para pembaca bingung untuk menginterpretasikan siapa cerpenis, penyair dan esais. Sampai-sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=39&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong></strong></p>
<p><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sepertinya gejala-gejala kepenulisan di Banten mulai tampak dan mengada. Beberapa tulisan anyar yang ditulis oleh penulis muda Banten, banyak memenuhi rubik budaya di media lokal, baik berupa cerpen, puisi dan esai. Mereka begitu bergejolak dan bersemangat dalam menekuni dunia menulisnya, sehingga ada kewajaran jika para pembaca bingung untuk menginterpretasikan siapa cerpenis, penyair dan esais. Sampai-sampai terpetiklah pemahaman dangkal dari benak pembaca bahwa setiap karya penulis pemula yang dimuat di media lokal sudah layak dianggap dan berhak menyandang title sebagai cerpenis, penyair dan esais. Padahal hal itu belum tentu diterima oleh pemula, karena secara mendadak dan berathati harus mengemban nama besar itu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keberadaan penulis-penulis muda yang sedang mewarnai kolom-kolom media lokal. Jangan sampai disalahartikan oleh senior-senior sebagai kompetitor yang krusial dan penting untuk ditindaklanjuti kekaryaannya. Cukuplah senior memperhatikan dari luar sebagai pembaca dan sesekali memberi wejangan sehat, agar penulis pemula semakin bersemangat dalam berkarya. Setelah benar-benar kuat dan menapak ke bumi, barulah senior ikut turun tangan untuk memberi perhatian lebih dekat lagi dan menyisir ke beberapa wilayah kesalahan yang harus diperbaiki.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Biarkan mereka “penulis pemula” melayang bebas menggunakan sayap-sayap kepenulisannya. Mengelilingi dunia imaji-imaji dini sampai kepuncak realita kehidupan yang sebenarnya, sehingga persoalan-persoalan yang disinggung mengenai kekurangpedulian penulis pemula dalam menulis dari segi sosial, politik dan budaya, akan mudah ditemukan. Kini saatnya penulis pemula menemukan jati dirinya, karena kekurangstabilan emosi membuat mereka terlena dan menikmati sisi kehidupannya. Bukan berarti mereka tidak peka terhadap peristiwa yang sedang terjadi dilingkungan sekitar mereka. Mereka peka, tapi ada kesukaran “bukan ke-akuannya” ketika menulis bertema sosial, politik dan budaya dibandingkan saat menulis bertema cinta atau sisi kehidupannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penulis pemula butuh waktu untuk menyesuaikan diri dalam menekuni dunia barunya itu. Mereka butuh sebuah ruang nyaman dalam mengeksplorasikan dan mengekspresikan dirinya. Supaya mereka menemukan puncak-puncak pelampiasan jiwa di dalam dunia kepenulisan. Bukankah sebenarnya menulis adalah suatu aktivitas yang menyehatkan hati dan pikiran, agar mereka-mereka “pemula” arif memaknai sebuah peristiwa hidup ini dengan cara yang positif.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Membaca tulisan esai yang secara beruntun dimuat di<em> Radar Banten</em> dalam waktu tiga minggu ini, yang polemik tulisan berjudul Cermin Buram Kepenyairan Banten (22/6) oleh Niduparas mengawali sebuah permasalahan. Lalu ditimpali oleh Ita R. Alawiya dengan tulisannya Karya Sastra Tak Seharusnya Dijajah Tema (29/6), dan Rahmat Heldy HS pun ikuti berseloroh lewat tulisannya Cermin Bening Kepenyairan Banten, yang berlawanan dari tulisan Niduparas. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari tiga tulisan yang dimuat di koran lokal dan ditulis oleh penulis pemula tersebut. Telah menguak ketenangan dan kesunyian dunia kepenulisan di Banten, khususnya dunia kepenyairan di Banten. Mereka yang muda berharap adanya gejolak polemik ini, dapat mengasa argumentasi mereka dan mempertajam pena kepenulisan. Sehingga ramailah ranah kepenulisan di Banten yang sepi agar bergejolak kembali. Biarlah kali ini yang muda membuat perdebatan yang sebenarnya tidak ada pucuk permasalahan. Asalkan tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari jalur merah dunia kepenulisan. Lebih baik berdebat atau berpolemik dengan cara seperti ini, karena ada unsur pembelajaran berpikir sekaligus menulis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cermin Buram Kepenyairan Banten, Karya Sastra Tak Seharusnya Dijaja Tema dan Cermin Bening Kepenyairan Banten. Ketiga judul dan tulisan tersebut sebenarnya tidak ada maksud untuk menyinggung penyair-penyair tulen (dewasa, tua juga boleh). Hanya saja bertujuan untuk mempertanyakan status kepenyairan di Banten masih adakah? Supaya saya, kami atau kita sebagai penulis pemula sekaligus regenerasi itu tumbuh menjadi tunas yang kokoh. Selain itu, tulisan di atas juga menjurus untuk memotivasi dan membuat variasi tema agar semangat menulis yang sedang terjadi dikalangan penulis pemula terus bergelora. Mungkin dengan cara seperti ini dapat memancing penulis pemula ataupun penulis tulen untuk terus menulis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Aktivitas menulis bukan sekedar menulis yang tersekat oleh peraturan-peraturan rumit. Aktivitas menulis adalah sebuah kebutuhan alamiah yang terjadi didalam diri tiap insan kehidupan. Baik itu penulis pemula, yang tidak ingin disebut dirinya penyair, cerpenis atau esais, dan juga penulis tulen yang merasa dirinya layak disebut penyair, cerpenis dan esais. Sah-sah saja sebuah anggapan itu dilontarkan, selama pembaca menganggap genre sebuah tulisan itu tak lepas dari penulisnya sendiri. </span>Ayo menulis!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">* * * *</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rumah Dunia, 7 Juli 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Muhzen Den, asli warga Ciloang dan Relawan Rumah Dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=39&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/biarkan-pemula-menapaki-dunianya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEJUTAN DARI COWOK SUPERSTAR</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/kejutan-dari-cowok-super-star/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/kejutan-dari-cowok-super-star/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 15:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Bel istirahat sekolah sudah berkumandang. Suaranya nyaring memenuhi lingkungan sekolah SMA Negeri 2 Serang. Beberapa siswa-siswi berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Mereka semua berpencar seperti laron yang sedang memburu cahaya lampu. Ada yang menuju ke kantin, perpustakaan, lapangan basket, nongkrong di bangku taman yang ada di sekolah dan yang masih betah di kelas pun ada. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=34&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Bel istirahat sekolah sudah berkumandang. Suaranya nyaring memenuhi lingkungan sekolah SMA Negeri 2 Serang. Beberapa siswa-siswi berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Mereka semua berpencar seperti laron yang sedang memburu cahaya lampu. Ada yang menuju ke kantin, perpustakaan, lapangan basket, nongkrong di bangku taman yang ada di sekolah dan yang masih betah di kelas pun ada. Salah satunya Tiara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tir, gue boleh tanya gak?” ucap Mona ketika Tiara sedang merapikan buku pelajaranya yang tercecer di meja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tanya apa, Mon?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tanya apa ya? Oh, pelajaran tadi gue agak gak ngerti deh. <em>Please…</em>dong kasih tau Tiara. Elu kan’ tadi agaknya paham gitu,” pinta Mona agak mengiba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ah, biasa saja Mon. Gue cuma sedikit nyambung aja, apa yang dijelaskan oleh pak guru tadi.” Tiara merendah diri dihadapan Mona teman sekelasnya ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Bagi Tiara, kelebihan atau kekurangan seseorang tak harus dijadikan alat untuk pamer ataupun untuk memanfaatkan orang lain. Dia sangat bersyukur sekali diberi kelebihan dalam hal berpikir, dan juga ia pun sangat senang bila ada teman-temannya bertanya tentang pelajaran atau apa pun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ayo dong, Tir. Bantu gue.” </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Rengek Mona seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu pada ibunya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Melihat sikap Mona yang agak kekanak-kanakkan itu. Tiara jadi serba salah. Akhirnya Tira pun dengan cepat berpikir, mempertimbangkannya. Setelah beberapa detik berpikir Tira pun mengiyakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Iya deh.” Angguk Tiara dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya. Mona balas senyum tersebut dengan senyum kebahagiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Tiara menjelaskan dengan seksama pelajaran yang baru saja diterangkan oleh pak guru, Mulai dari yang umum sampai yang khusus secara detail dengan versi Tiara sendiri. Sedangkan Mona begitu antusias dengan apa yang diucapkan oleh Tira. Ia kadang-kadang mengangguk, lalu tersenyum dan terdiam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Sekitar beberapa menit lamanya, tiba-tiba di luar kelas terdengar ribut-ribut. Tiara dan Mona tidak begitu peduli. Tetapi lama-lama suara gaduh itu mengusik ketenangan dua cewek ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tir, ada apa ya? Kok, ramai banget di laur,” ujar Mona memalingkan mata ke luar pintu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Gak tahu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Yuk, kita keluar sebentar. Gue jadi penasaran nih.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Terus, ini gimana?” tanya Tiara pada Mona.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, udah. Gak apa-apa. Aku sudah sedikit paham. Nanti dilanjutkan lagi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, udah kalau begitu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Kedua cewek itupun keluar dan melihat keramaian itu, yang ternyata dilapangan basket sedang ada pertandingan antar kelas. Yang bertanding saat itu adalah kelas 3 IPA B dengan kelas 2 IPS A. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebenarnya pertandingan itu biasa saja. Namun, yang membuat anak-anak cewek khususnya teriak-teriak adalah salah satu dari pemain tersebut ada yang lebih kinclong. Siapa lagi kalau bukan <em>pioneer</em>anak-anak kelas 2 IPS A. Sudah orangnya ganteng-ganteng, tajir pula. Wah, mana tahan cewek-cewek melihatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mona, itu siapa sih.” Tiara menunjuk dengan tatapan mata bertanya, “kok, cewek-cewek sini, kayak kesambet gitu teriak-teriak gak jelas.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya…,biasalah. Siapa lagi kalau bukan Arsyam junior kita yang paling kece seantero sekolah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Oh, namanya Arsyam.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Iya, emang elu belum tahu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Buat apa. Gak rugi kan kalau gue gak begitu tahu tentang cowok ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Bukan begitu, Tir. Heran aja, sama elu. Apa elu gak merasa tertarik dengan cowok satu ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ih, tertarik. Amit-amit deh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Gue aja suka kalau ngelihatnya. Apalagi…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ih, elu kenapa sih. Ganjen amat, <span> </span>cewek tuh, jangan terlalu lemah. Kalau dia suka. Tapi kalau gak. Gimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, gak apa-apa gak diterima juga. Asalkan bisa dekat dan senyumnya itu…, oh my god!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mona!” teriak Tiara melihat Mona yang keganjenan ini sambil tangannya menyubit pinggang Mona.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Auw! Sakit.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Lagi asyik Tiara dan Mona bercanda. Tiba-tiba sebuah benda warna merah kecoklatan berbentuk bulat mendarat ke kepala Mona.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Duk!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Mona terjatuh pingsan dan Tiara terbengong kaget bercampur kalut melihat tubuh temannya roboh. Beberapa siswa-siswi yang sedang menonton berhamburan menunju ke arah Tiara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Aduh, tolongin dong. Mona, Mona…” panggil Tiara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Orang-orang mengerubungi Tiara dan Mona. Pertandingan basket ditunda karena para pemainnya juga mengerubungi korban bola nyasar. Selain Tiara yang panik juga ada salah seorang cowok yang juga ikut merasa bersalah, yaitu Arsyam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Aduh, teh. Kenapa ini?” tampak tubuh Arsyam bersijajar dengan Tiara, “kok, pingsan sih.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mau gimana lagi,” jawab Tiara singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mon, Mona… bangun dong.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Beberapa kali tubuh Mona digerak-gerakkan dan Mona mulai siuman. Tapi, ketika Mona sudah siuman dan melihat didepannya ada sesosok cowok yang ia kagumi. Mona pun pingsan lagi. Tiara tambah panik. Sesekali tatapan mata Tiara bertumbukkan dengan cowok ganteng bernama Arsyam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Lalu gimana ni?” ucap Tiara pada Arsyam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, udah teh. Kita bawa ke ruang PMR aja. Siapa tahu sembuh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, udah. Lekas angkat,” teriak Tiara agak kesel juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Dan tubuh Mona diangkat ramai-ramai oleh orang-orang yang ada disekitarnya. Juga Arsyam yang merasa bersalah dengan hal ini. Tiara menghembuskan nafas panjang meringankan ketegangan urat sarafnya agar emosinya tidak naik. Ia pun langsung menuju ruang PMR membantu penyembuhan Mona ditemani Arsyam, yang tidak sengaja melempar bola ke arah penonton.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Aduh, teh. Gue minta maaf ya…” wajah ganteng Arsyam memelas di depan Tiara. Tiara sebenarnya nggak kuat melihat tampang cowok ini, sehingga ia berpura-pura <em>jutek</em>sambil ngomong ini-itu tak karuan agar tak terlihat lemah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">* * *</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Sejak peristiwa itu, setiap kali Tiara ketemu dengan cowok yang bernama Arsyam itu. Ada sesuatu yang berbeda di rasa oleh Tiara. Arsyam tampak merasa bersalah bila hadapannya, dan Arsyam selalu tersenyum untuk Tiara. Sedang Tiara hanya cuek saja. Dalam hati, Tiara merasa heran dengan cowok seganteng Arsyam mau peduli dengannya yang anti dengan cowok macam dia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tiara, Arsyam senyum kok elu diam aja. Manis tahu,” celetuk Mona menggoda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Elu suka. Ambil aja!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ye…elu kok gitu. Emang gak tertarik dengan cowok macam Arsyam. Ganteng tau…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ocehan-ocehan Mona membuat telinga Tiara terasa pekak. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Apalagi menyebut-nyebut nama cowok ini. </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kenapa sih, cewek-cewek di sekolah mengagungkan nama Arsyam. Apa kelebihannya? Cuma ganteng doang. Nggak lebih!</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kata hati Tiara.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Pertemuan-pertemuan yang diakhiri dengan senyum itupun bukan sekali dua kali terjadi. Hampir setiap ada kesempatan. Arsyam selalu tebar pesona dihadapan Tiara. Padahal Tiara sendiri tidak begitu peduli dengan senyum Arsyam. Namun, lama-lama hal itu terjadi membuat Tiara bertanya pada dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Apa iya, gue sekeras itu pada cowok. Apa iya, gue gak normal. Lalu apa artinya semua ini. Arka lagi, Arka lagi! Cowok aneh itu membuat gue muak. Tapi, ada yang aneh yang gue rasa. Apakah gue tertarik dengan Arka? Ah, gak mungkin. Gue tertarik dengan cowok ini. Gue harus fokus pada pelajaran dan gak boleh leha-leha. Gue udah janji.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Hey, ngelamun aja!” suara Mona mengejutkan Tiara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ah, elu Mon. Bikin gue jantungan aja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Lagian ngelamun terus. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ngelamunin siapa sih…?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Mona seperti biasa terus saja menggoda Tiara dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Tira enggan menjawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Jangan-jangan, temen gue lagi jatuh…” Sebelum ucapan Mona selesai. Tiara menatap tajam ke Mona sambil teriak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mona…” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Mona berlari sambil tertawa, sedangkan Tiara mengejarnya dari belakang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span> </span>* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Di sisi ketidaktahuan Tiara tentang gerak gerik cowok bernama Arsyam. Ternyata perasaan ini dirasakan oleh Arsyam juga. Arsyam sendiri merasa penasaran dengan cewek yang belum ia tahu dengan jelas identitasnya. Dan ia secara diam-diam mencari tahu tentang kakak kelasnya ini. Tanya sana, tanya sini. Akhirnya ketemu juga jawabannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“ Lani, boleh tanya gak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Tentang apa? Organisasi sekolah atau pelajaran.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Elu kan udah kelas tiga. Ngomong-ngomong elu tahu gak dengan cewek kerudung dan berkacamata itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Yang mana maksud elu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Yang orangnya agak sedikit tomboy tapi manis kalau lagi senyum.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Inisialnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Kalau gak salah, teman-temannya sering manggil dengan nama Tir, Tir…apa tuh?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Oh, maksudnya si Tiara.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Iya kali. Gue gak tahu persis.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Emang kenapa. Elu dibuat kesel sama dia?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Nggak. Gue cuma penasaran saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Penasaran maksud loh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Maksud gue ya, cuma pengin tahu aja. Gak lebih. Tapi kalau elu tahu lebih juga gak apa-apa kasih tahu gue. Tahu gak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Nggak begitu tahu. Tapi, ia anak kelas tiga paling muda di kelasnya. Coba banyangkan kelas tiga kelahiran 13 Maret 1990. Gue aja kelahiran 1988. Elu berapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Gue <span> </span>sama sembilan puluh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Nah, elu aja kelas dua baru segitu. Apalagi ini, gimana gak muda.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Iya, tapi kok kelihatannya dewasa banget.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, gitu deh. Anaknya gak jelas. Kadang lagi tertawa kelihat manis, tapi kadang lagi diam, ih serem.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Wah, gitu ya. Oke deh. Masalah gampang itu.” Tiba-tiba Arsyam berkata yang membuat Lani tak mengerti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Maksudnya apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Ya, gak apa-apa. <em>Thank’s</em>ya informasinya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Arsyam mengeloyor pergi dari hadapan Lani yang terpaku diam dengan sejuta tanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">* * *</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Lama tak berpapasan lagi dengan Arsyam cowok yang membuat hati Tiara terkadang bergetar dan kadang sebel. Namun, untuk kali ini Tiara merasa ada yang hilang. Biasanya ia ketemu dengan Arsyam yang berakhir dengan senyuman. Tapi kali ini ia merasa sepi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Apa benar gue jatuh cinta seperti yang dikatakan Mona? Ah, lupakan, lupakan…” kata Tiara bicara pada dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Bulan Februari sudah lewat dua minggu yang lalu dan sekarang sudah menginjak bulan Maret tepatnya untuk hari ke 13 bulan ini. Ah, genap sudah usia Tiara bulan dan hari ini juga. Tapi, tak seorangpunyang mengucapkan selamat untuknya. Hari ini tampak aneh. Mona yang selalu mengekor, kini sibuk sendiri dan nggak mau ikut dengannya. Terpaksa Tiara jalan sendiri ke kantin, dan ke perpustakaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Ruang perpustakaan tak begitu ramai. Hanya ada beberapa orang siswa saja yang ada di dalamnya. Salah satunya Tiara yang lagi duduk di bangku besar yang ada diperpustakaan. Sambil membaca sebuah novel <em>teenlit</em>kegemarannya. Lagi asyiknya Tiara terlena dengan dirinya sendiri tanpa ia sadari seorang cowok mendekatinya. Siapa lagi kalau bukan Arsyam?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Teh, sendirian aja. Boleh gue temenin?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Tiara tak memedulikan suara itu sampai Arsyam duduk berhadapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Teh, namanya Tiara ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Tira sedikit tersentak. Ia mendelikan mata ke arah Arsyam yang duduk di depannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Hari ini ulang tahun ya, teh Tiara.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Tira terganggu dan <span> </span>kesal untuk menjawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Jangan sok tahu deh!” Ketus Tiara membuat Arsyam terkejut tapi ia lalu tersenyum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Kalau boleh tahu, tanggal lahir teh Tiara atau Tiara aja deh. 13 Maret 1990 kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Tiara tak langsung menjawab perkataan Arsyam. Ia hanya bisa berpikir keras tentang cowok ini, karena sudah mengetahui identitas dirinya. Meskipun hanya tanggal lahir, tapi bagi Tiari itu sesuatu yang mengherankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Di saat Tiara sedang diam dengan kondisinya saat itu. Arsyam mengeluarkan sebuah kado warna <em>pink</em>dan menyodorkan langsung ke Tiara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">“Selamat ulang tahun ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Tiara terkejut melihat cowok yang selama ini ia anggap menyebalkan. Ternyata memberi sebuah kejutan padanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa dengan kejutan itu. Di hatinya Tiara hanya bisa bertanya-tanya bercampur rasa tak percaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">”Hah, nggak salah nih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">* * *</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#000000;line-height:150%;font-family:&quot;">Rumah Dunia, 2/10/09</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Penulis bernama pena </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Muhzen Den, adalah mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta dan relawan Rumah Dunia</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=34&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2008/10/26/kejutan-dari-cowok-super-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI ODE GENDERANG PESAKITAN KAIN</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2008/07/09/dari-ode-genderang-pesakitan-kain/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2008/07/09/dari-ode-genderang-pesakitan-kain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 05:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[UNTUKMU ODE
Oleh: muhzen_den
Ku kirim segumpal rindu pada angin
Lewat mimpimimpi malam
Hingga ranting kuhempaskan pada dinding
Kebisuan waktu
Menanti tangisan alam
Saat ronggarongga rusuk
Beringsut jadi ngilu
Menempuh jarak yang tak tentu
Di mana Ode?
Ku lontar sebungkus kenang
Dalam rintih gelisah raga
Mendengar pekik kesunyian
Untukmu Ode?
Ku tumpah dalam keringat
Peluh derita senja
Menjelang waktu kesusahan
Saat hadirmu bagai samar
Gelap tak berbekas
Serang, 30 Juni 2007
GENDERANG PESAKITAN
Oleh: muhzen den
Mimpi burukmu
Tawar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=26&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>UNTUKMU ODE<br />
Oleh: muhzen_den</p>
<p>Ku kirim segumpal rindu pada angin<br />
Lewat mimpimimpi malam<br />
Hingga ranting kuhempaskan pada dinding<br />
Kebisuan waktu</p>
<p>Menanti tangisan alam<br />
Saat ronggarongga rusuk<br />
Beringsut jadi ngilu<br />
Menempuh jarak yang tak tentu</p>
<p>Di mana Ode?<br />
Ku lontar sebungkus kenang<br />
Dalam rintih gelisah raga<br />
Mendengar pekik kesunyian</p>
<p>Untukmu Ode?<br />
Ku tumpah dalam keringat<br />
Peluh derita senja<br />
Menjelang waktu kesusahan<br />
Saat hadirmu bagai samar<br />
Gelap tak berbekas</p>
<p>Serang, 30 Juni 2007</p>
<p>GENDERANG PESAKITAN<br />
Oleh: muhzen den</p>
<p>Mimpi burukmu<br />
Tawar sejuta pilu<br />
Yang menutup rindu mataku<br />
Perih, geliat sepi<br />
Menepi pada kebuntuan<br />
Malammalam itu</p>
<p>Serang, 29 Juni 2007</p>
<p>WAJAH KAIN<br />
Oleh: muhzen den</p>
<p>Hamparan rumput bergoyang rindang<br />
Dikulum sunyi, gelak tak terhindar<br />
Malam mati senyap<br />
Diujung benang nista<br />
Segurat rindu wajah<br />
Kain hampa</p>
<p>Serang, 01/06/07 (22.59)</p>
<p>Puisi ini pernah dimuat di Koran Radar Banten.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhden.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhden.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=26&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2008/07/09/dari-ode-genderang-pesakitan-kain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SENANDUNG DUSTA, DAN MIMPI PERIH</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2008/04/20/senandung-dusta-dan-mimpi-perih/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2008/04/20/senandung-dusta-dan-mimpi-perih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 14:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[SENANDUNG HUJAN
Hujan gugur di tanah duri
Airnya mengoyak perih
Yang menggenang ke pedalaman bui
Dan mengalir di pelupuk benih
Sampai kini tak pernah bertepi
Rumahku, Januari 2008
AKU INGIN BICARA, WAHAI BELENGGU
Beri aku ruang untuk bicara
Untuk lepaskan semua kata
Boleh aku bicara?
Wahai, belenggu 
Agar dapat lebur asa jiwaku
Dan pahami maksud itu
Aku ingin kau dengar keluhku
Wahai, belenggu 
Rumahku, Januari 2008
DUSTA YANG KAU PILIH
Dusta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=21&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SENANDUNG HUJAN</p>
<p>Hujan gugur di tanah duri<br />
Airnya mengoyak perih<br />
Yang menggenang ke pedalaman bui<br />
Dan mengalir di pelupuk benih<br />
Sampai kini tak pernah bertepi</p>
<p>Rumahku, Januari 2008</p>
<p>AKU INGIN BICARA, WAHAI BELENGGU</p>
<p>Beri aku ruang untuk bicara<br />
Untuk lepaskan semua kata<br />
Boleh aku bicara?<br />
Wahai, belenggu </p>
<p>Agar dapat lebur asa jiwaku<br />
Dan pahami maksud itu<br />
Aku ingin kau dengar keluhku<br />
Wahai, belenggu </p>
<p>Rumahku, Januari 2008</p>
<p>DUSTA YANG KAU PILIH</p>
<p>Dusta yang kau pilih<br />
Telah kau sangkarkan pada hatimu<br />
Dusta yang kau puja<br />
Jelmakan nasfu setan<br />
Dusta yang kau renggut<br />
Adalah petaka bagimu<br />
Dusta yang kau ikat<br />
Adalah semu bayang-bayangmu</p>
<p>Rumah Dunia, 22/02/2008</p>
<p>MIMPI PERIH </p>
<p>Ketika mimpi-mimpi<br />
Berkubang pada sanubari<br />
Riak celoteh air bersenandung<br />
Mengucapkan kata-kata pisah<br />
Yang berakhir pada luka</p>
<p>Terjatuh dalam pelukan raga<br />
Lalu merapat erat segala<br />
Sampai perih terus bersenandung<br />
Dan penantian hanya ruang sepi</p>
<p>Ciloang, 6 Januari 2008</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhden.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhden.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=21&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2008/04/20/senandung-dusta-dan-mimpi-perih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Mahasiswa, Handphone dan Buku</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2008/02/23/antara-mahasiswa-handphone-dan-buku/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2008/02/23/antara-mahasiswa-handphone-dan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 04:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artsei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/2008/02/23/antara-mahasiswa-handphone-dan-buku/</guid>
		<description><![CDATA[
Kemajuan zaman modern yang diikuti oleh perkembangan ilmu teknologi telah mengubah sikap manusia. Mulai dari kebiasaan kecil sampai ke hal yang mungkin tidak disadari telah membuat manusia tak lepas dari rasa ketergantungan. Yang nantinya kelak menjadi berhala bagi dirinya sendiri. Terutama bagi kaum-kaum berada maupun kaum tak berada yang ingin disebut berada pula. Tak pelaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=19&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b></b><b></p>
<p align="justify"><a href="http://muhden.files.wordpress.com/2008/02/bareng-kakak.jpg" title="Direct link to file"><img width="170" src="http://muhden.files.wordpress.com/2008/02/bareng-kakak.thumbnail.jpg?w=170&#038;h=128" alt="bareng-kakak.jpg" height="128" /></a>Kemajuan zaman modern yang diikuti oleh perkembangan ilmu teknologi telah mengubah sikap manusia. Mulai dari kebiasaan kecil sampai ke hal yang mungkin tidak disadari telah membuat manusia tak lepas dari rasa ketergantungan. Yang nantinya kelak menjadi berhala bagi dirinya sendiri. Terutama bagi kaum-kaum berada maupun kaum tak berada yang ingin disebut berada pula. Tak pelaknya hanya sebatas pamer atau sebuah kesengajaan yang ingin diperhatikan. Terutama bagi orang-orang menjunjung tinggi kehedonisan itu sendiri. &lt;p&gt;<span id="more-19"></span></p>
<p></b></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Berbicara tentang Handphone dan Buku berarti kita adalah orang-orang yang peduli akan perubahan zaman. Bila kita telisik lebih dalam lagi, mengenai perkembangan yang terjadi saat ini. Yang membuat mata ini takjub dan tak bisa dipungkiri lagi. Meniadakannya itu sama halnya kita lari dari sebuah kebisingan, dan sembunyi dalam keterasingan. Bahkan aktifitasnya pun telah menjadi teman hidup. Karena kebutuhan itu sendiri telah menjelma bagai monster penebar kericuhan yang menggelayuti dalam diri manusia. Dengan seperti itu, kita sebagai manusia tak bisa menolak untuk tidak ikut andil dalam memajukan peradaban modern ini, sehingga naik-turunnya sebuah moral yang sering diusung untuk menjaga sebuah ketaatan dalam berbuat menjadi terkikis. Ketimpanganlah akhir dari sebuah sikap dan mental bobrok yang kelak menjadi tanggungan. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Seorang mahasiswa tiba-tiba saja membantah pernyataan yang dilontarkan oleh sang dosen. Sebab, sang dosen sengaja atau tidak telah memuntahkan sebuah asumsi bahwa &#8220;peradaban modern dengan hadirnya benda-benda elektronik yang canggih, seperti Hp. Telah mengubah sikap dan prilaku manusia dalam berbuat. Baik yang mudah dilakukan maupun yang sulit. Sehingga manusia itu lebih berharap akan suatu bantuan lain tanpa mengandalkan kelebihan dirinya. Dan buktinya di dalam kelas mahasiswa jarang menulis dan membaca. Mereka lebih suka ber-SMS-an,&#8221; begitu kata sang dosen.&lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Namun, pernyataan itu telah memancing gejolak emosi mahasiswa sebagai pendengar dan penyimak pemaparan yang dilontarkan oleh dosen. Sehingga timbullah dari dalam diri mahasiswa untuk memberontak. Membantah pernyataan tersebut bahwa hal semacam itu tidak selamanya benar. Ada hal lain yang harus diperhatikan selain persoalan semacam itu. Karena perkembangan zaman telah membawa manusia untuk bersikap mandiri dan cermat dalam menyikapi perubahan demi perubahan yang terjadi setiap detiknya. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Menolak, bahwasannya kebutuhan adalah sebuah naluri atau keinginan dari diri manusia untuk menghalalkan segala cara. Dan Hp salah satu dalam konteks benda yang dituankan karena berteknologi canggih yang menjadi kebutuhan pertama (primer) bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Meski, ada benda lain yang disebut buku juga kebutuhan. Namun tingkatan kebutuhan buku dikalangan mahasiswa itu dianggap di bawah Hp. Mungkin buku berada dibagian kebutuhan tingkat dua (sekunder). &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kontan saja saat itu pengajaran mata kuliah yang harusnya ini menjadi hal yang fokus jadi menyimpang dengan terjadi perdebatan tersebut. Kedua kubu antara peserta didik dengan dosen pun berlanjut saling adu argumen. Meskipun akhirnya mahasiswa harus berani menerima kekalahan karena faktor ilmu dan pengalaman yang berpengaruh. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Jika kita perhatikan dalam peristiwa ini. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dalam mengungkapkan pemikirannya. Baik itu peserta didik maupun pengajar (dosen) dan sebenarnya potensi-potensi tersebut sudah ada. Walau tanpa kita tahu tingkatan antara mahasiswa dengan dosen sendiri jauh berbeda. Tapi, itu hanya proses dalam membentuk suatu mental dan jiwa pemikiran yang cerdas. Supaya terbentuk sebuah opini dengan bermacam kepala dalam mengungkap sebuah pendapat. Dengan seperti itu proses agen perubahan yang diemban dalam diri seorang peserta didik itu, teridentifikasi dengan baik. Bahwa seorang mahasiswa tidak hanya datang dan duduk mendengarkan dosen bicara. Tapi, harus menjadi orang yang memang diandalkan untuk menjadi manusia profesional memaknai hidup ini dengan ilmu pengetahuan yang didapat. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><b></b><b></p>
<p align="justify">Hp Versus Buku</p>
<p></b></p>
<p align="justify">&#8220;Orang gaul punya Hp. Orang yang nggak gaul ke laut saja&#8221; mungkin ungkapan itu pas untuk mendefinisikan seseorang yang punya alat canggih dengan orang yang tidak punya. Tapi, bukan berarti setiap orang yang mahir dalam memainkan alat teknologi semacam Hp, bisa disebut orang modern. Setiap orang yang hidup di zaman saat ini adalah orang modern. Namun, perbedaan itu yang menjadi hal menarik dalam peradaban hidup ini. Perbedaan menyikapi kemodernitas itu sendiri menjadi hak apriori yang tak selamanya menjadi satu kesatuan. Melainkan ada sesuatu yang lebih baik lagi untuk dipilih dalam menentukan hidup. Bukan hanya Hp yang menjadi alat yang wah. Buku pun mempunyai tempat khusus dalam diri setiap orang untuk menyikapi kemodernisasi ini. Dengan buku, mana mungkin orang bisa berpikiran cerdas. Dengan buku adalah obat pertama yang membuat manusia di dunia ini berpikir lebih dalam lagi. Mengenai hal-hal yang terjadi di dunia ini. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Yang membedakan antara Hp dan Buku adalah keutuhan mutu antara kualitas dan kuantitas. Di satu sisi Hp adalah benda yang mempunyai kualitas di atas rata-rata, dari Buku yang hanya sebuah teks diam dengan makna yang gamang. Dan di satu sisi lain Buku sendiri telah mengubah sebuah kebiasaan manusia dalam memaknai hidup, dengan teks diamnya itu, sehingga antara Hp dan buku keduanya sebuah alat yang memang dibutuhkan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Bukan hanya sebuah alat yang dibatasi oleh kecanggihan dan ketidakcanggihan. Melainkan karena hidup ini terus bergulir bersamanya waktu yang tak kunjung henti. Hingga perspektif mengenai alat-alat yang di anggap berpengaruh dalam kehidupan manusia beragam macamnya. &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Jadi untuk itu baiknya kita sebagai makhluk berbudaya dan makhluk yang diciptakan dengan kelebihan yang luar biasa. Harus dapat memahami dan meng-eksistensikan, bahwa keberagaman pendapat menjadi sebuah keharmonisan, dalam membangun dan memajukan peranan hidup dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan itu, manfaat Hp dan Buku bukan terletak pada mana yang lebih berkualitas dan mana yang tidak. Melainkan isi dari kegunaan alat itu sendiri. Sehingga kita bisa mengambil manfaat dari hasil kerja alat tersebut. Bukan, memberi jarak dengan pemahaman tak berasumsi dan penyimpang dari kebutuhan.*** &lt;p&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">(Muhzen Den warga Ciloang yang namanya tercantum diperguruan negeri yang ada di Serang)&lt;br&gt;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><font size="2" face="Arial"></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhden.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhden.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=19&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2008/02/23/antara-mahasiswa-handphone-dan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhden.files.wordpress.com/2008/02/bareng-kakak.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bareng-kakak.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SHADIK YANG TAK BERSEPDA LAGI</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/shadik-yang-tak-bersepda-lagi/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/shadik-yang-tak-bersepda-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 08:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/shadik-yang-tak-bersepda-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[“Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum sebelum kaum itu sendiri  yang berusaha merubahnya”( Al-quran). 
Penggalan kalimat sakti di atas menyatakan bahwa: seseorang akan berubah nasibnya apabila orang itu berusaha merubahnya atau sebaliknya. Seseorang akan berbuat nekad mengambil keputusan apabila ia telah mengatahui hambatan dan ujian yang akan dihadapi. 
Akhir Desember 2006 lalu, tepatnya malam menjelang hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=17&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:'Times New Roman';"></span></strong><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum sebelum kaum itu sendiri <span> </span>yang berusaha merubahnya”( Al-quran).</span></em><strong><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:'Times New Roman';"></span></strong><span style="font-family:'Times New Roman';">Penggalan kalimat sakti di atas menyatakan bahwa: seseorang akan berubah nasibnya apabila orang itu berusaha merubahnya atau sebaliknya. Seseorang akan berbuat nekad mengambil keputusan apabila ia telah mengatahui hambatan dan ujian yang akan dihadapi. </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';">Akhir Desember 2006 lalu, tepatnya malam menjelang hari raya Idul Adha 1427 Hijriyah, Rumah Dunia kedatangan seorang laki-laki yang aneh dan nekad dari Tangerang ke Serang menggunakan sepeda keranjang. Seseorang itu bernama Shadik. Dia lelaki kelahiran Jawa Tengah yang tinggal di Tangerang. </span><span style="font-family:'Times New Roman';">Ia <em>keukeuh</em> sekali untuk tahu Rumah Dunia dan ingin ikut kelas menulis Rumah Dunia. </span><span style="font-family:'Times New Roman';">Kami saat itu hanya bisa berdecak kagum dengan pengorbanan Shadik. Ternyata masih ada juga orang seperti Shadik di zaman seperti ini. Hanya untuk mencari ilmu, ia jauh-jauh datang ke Rumah Dunia dengan kendaraan tak berpolusi itu. Luar biasa!</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';">Sesosok lelaki aneh dan nekad itu kini tak bersepeda lagi. Ia sudah meninggalkan sepedanya setelah menyatakan menerima tawaran jadi relawan Rumah Dunia. Bahkan Shadik juga mengambil keputusan yang tak di sangka-sangka. Ada konsekuensi terhadap setiap keputusan. Kini ia rela kehilangan pekerjaannya sebagai pengantar roti hanya untuk menjadi relawan di Rumah Dunia. Yang ini lebih nekad lagi. Benar-benar orang aneh!</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';">Pada Kamis (10/5) siang, Shadik datang ke Rumah Dunia dengan membawa bekal sedikit baju dan buku-buku. Saat itu ia siap menjadi relawan di Rumah Dunia. Siap berjungkir-balik, tertatih, lintang-pukang, untuk menempa diri di kawah candradimuka bernama Rumah Dunia. Setelah melewati tenggang waktu selama satu bulan, kami berikan kesempatan kepada Shadik untuk memikirkan kembali resiko-resiko yang akan terjadi ketika sudah siap tempur di Rumah Dunia. Bahwa menjadi relawan itu tidak gampang dan butuh pengorbanan. ”Di sini kami tidak semata luka fisik, tetapi psikis juga!” ujar Firman Venayaksa, selaku presiden Rumah Dunia sambil terkekeh saat memba’iat Shadik sebegai relawan. Yah, di Rumah Dunia akan banyak kegiatan yang menguras energi fisik. Selain itu, benturan-benturan ide dan gagasan tak jarang melukai psikis. Apalagi Shadik adalah remaja perantauan yang singgah ke Tangerang hanya untuk mencari kerja walaupun sebagai tukang roti. Tapi, melihat semangatnya yang begitu besar kami yakin adalah orang-orang pilihan yang sudah berjodoh dengan Rumah Dunia. Ia lebih memilih mengabdi untuk orang lain ketimbang dirinya sendiri. Namun, kami dari Rumah Dunia juga akan menjamin Shadik menjadi Shadik yang benar-benar Shadik, dengan apapun caranya. Menjadi relawan yang kental dengan sebutan pelayan bukanlah sesuatu yang buruk. Melainkan sesuatu yang mulia di mata Allah khususnya dan umumnya di mata masyarakat.</span><span style="font-family:'Times New Roman';">Derajat relawan kalau dipahami secara lurus dan sadar sama dengan dewan di DPR: Pelayan masyarakat! Lalu bukankah kita layak untuk berbangga diri?</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">Kunjungan</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:'Times New Roman';"></span></strong><span style="font-family:'Times New Roman';">Minggu (13/5) pagi, kesibukan Shadik sebagai relawan baru Rumah Dunia sudah dimulai. Sejak pagi tiba ia sudah tekun menyapu halaman Rumah Dunia dibantu relawan lain yang sudah lama menetap di Rumah Dunia. Salah satu kegiatan biasa disaat hari libur datang, yaitu gotong royong. Kebetulan pagi itu juga Rumah Dunia akan kedatangan tamu dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Maca Mancak. </span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';">Sebelumnya, Sabtu (12/5) sore, Rumah Dunia juga kedatangan dua orang<span>  </span>tamu dari Depok. Mereka adalah Mas Erwin dan Mahat. Tujuan mereka hanya untuk lebih tahu tentang Rumah Dunia. Karena sebelumnya Mas Erwin dan Mahat ini pernah membuat sanggar tapi tak bertahan lama. Jadi dengan datang ke Rumah Dunia semoga saja mereka dapat membangun kembali sanggarnya yang baru dengan konsep baru juga. Tahan lama juga.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';">Jam 9.00 di pelataran Rumah Dunia sudah ramai oleh peserta Tralis FLP Serang dan kelas sekenario yang biasa diadakan tiap seminggu sekali. Tapi, tamu yang di tunggu-tunggu itu belum juga datang. Sampai menginjak siang hari dan sedikit turun hujan. <span> </span>Akhirnya tamu dari TBM Maca Mancak itu pun datang tepatnya jam 12.30, dengan membawa 40 orang anak beserta mentor-mentornya. Kedatangan mereka disambut banyak orang yang ada di Rumah Dunia. Tujuan dari mereka tak lain kujungan biasa sekaligus perkenalan bahwa di Kecamatan Mancak Kp. Blokang telah berdiri sebuah komunitas taman baca masyarakat yang bernama Maca Mancak semenjak 2004. TBM tersebut diketuai oleh Masrori dan kawan-kawan. Intinya hampir sama dengan visi-misi Rumah Dunia. Yaitu mencerdaskan generasi baru. Semoga saja ini menjadi semangat kampung-kampung lain yang ada di Banten khususnya.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';">Acara dimulai dengan sambutan perwakilan dari TBM Maca Mancak yang bawakan oleh Masrori lalu diambil alih oleh Kiki Zakia alumni Kelas Menulis Angkatan 4 sebagai MC. Dilanjut dengan perkenalan relawan Rumah Dunia serta dilanjut dengan kreasi anak-anak dari TBM Maca Mancak dengan menampilkan pembacaan puisi dan nyanyi. Teh Mita, istri presiden Rumah Dunia juga ikut mendongeng untuk anak-anak dari Mancak itu. Sedangkan Rosmiati dan Epir tidak mau kalah. Mereka juga menampilkan pembacaan puisinya. Dan di akhir acara ada tanya jawab dari Kiki Zakia sebagai MC dengan memberikan beberapa hadiah untuk anak-anak dari Mancak yang berani menjawab dan berani tampil di depan panggung. Setelah itu, Tyas Tatanka sebagai penasehat Rumah Dunia juga memberikan petuah kecilnya untuk anak-anak dari TBM Maca Mancak. Sampai acara selesai dan tamu dari TBM Maca Mancak pun pulang. Setelah berpamitan dan harapan dari TBM Maca Mancak akan datang ke Rumah dunia lagi dengan membawa suasana yang baru dari anak-anak dididiknya. Dan dari Rumah Dunia pun bila ada kesempatan waktu akan datang ke Mancak. Setalah dari TBM Maca Mancak, Rumah Dunia kedatangan keluarga dari show room motor Honda MS Kemakmuran Serang. Keluarga itu datang ke RD hanya untuk tahu dan sekaligus menikmati hari libur dengan piknik ke suatu tempat yang lain dari yang lain. Ya, Rumah Dunia.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-family:'Times New Roman';">(Muhzen_den alumni SMK Pasundan 2 Serang, mahasiswa semester 2 Diksatrasia FKIP Untirta dan Pj. Kedai Buku Jawara)</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhden.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhden.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=17&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/shadik-yang-tak-bersepda-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSIAPAN ODE KAMPUNG 2 DAN BANTEN BANGKIT</title>
		<link>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-ode-kampung-2-dan-banten-bangkit/</link>
		<comments>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-ode-kampung-2-dan-banten-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 08:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-ode-kampung-2-dan-banten-bangkit/</guid>
		<description><![CDATA[“Alon-alon asal kelakon”. Istilah itu pas untuk menggambarkan suasana di Rumah Dunia. Beberapa hari ini komunitas sastra di Serang-Banten sedang sibuk melakukan persiapan   hajatan “Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra Se-Nusantara”, 20 &#8211; 22 Juli 2007. Setelah Ode Kampung 1 pada Februari 2006 mendapat respon baik, kami yakin  Ode kampung 2 akan meledak. Sudah ratusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=16&subd=muhden&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Alon-alon asal kelakon”. Istilah itu pas untuk menggambarkan suasana di Rumah Dunia. Beberapa hari ini komunitas sastra di Serang-Banten sedang sibuk melakukan persiapan<span>   </span>hajatan “Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra Se-Nusantara”, 20 &#8211; 22 Juli 2007. Setelah Ode Kampung 1 pada Februari 2006 mendapat respon baik, kami yakin<span>  </span>Ode kampung 2 akan meledak. Sudah ratusan orang mendaftar lewat email panitia; </font><a href="mailto:odekampung2@yahoo.com"><font face="Times New Roman">odekampung2@yahoo.com</font></a><font face="Times New Roman">.<span>  </span><span> </span>Mereka dari Aceh, Padang, Palembang, Kalimantan, Sulawesi, Bogor, Bandung, Cirebon, Bekasi, Majalengka, Yogya, Tegal, Jember, Ngawi, Bali, dan masih banyak lagi. Kami sebagai panitia harus menjadi tuan rumah yang baik.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">BEBEGIG KECIL</font></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Senin (25/6/7) sore, beberapa anak kecil memilin-milin jerami yang diambil dari sawah oleh relawan Rumah Dunia; Awi dan Renhard. Ada yang mengikatnya dengan kawat besi dan menggunting jerami<span>  </span>berbentuk boneka kecil. Mereka sedang membuat bebegig, orang-orangan sawah. Mereka senang membuat bebegig, karena itu hal terbaru yang pernah mereka lakukan. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Pak, kayak gini?” tanya Hadi pada tutor wisata gambar Rumah Dunia, Pak Indra Kesuma, yang sedang mengawasi anak-anak yang saat itu. “Nah, begitu bagus. Coba tambah lagi jerami biar terlihat bagus bonekanya,” seru Pak Indra mengambil sedikit jerami; dia memberi contoh pada anak-anak yang ikut membantu.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Boneka-boneka bebegig itu sengaja dibuat untuk kepentingan artistik pada Ode kampung 2. Persiapan demi persiapan untuk menghadapi hari H kami lakukan. Seperti Selasa (26/6/7) kemarin, kami <span> </span>melakukan rapat lagi. Wowok Hesti Prabowo, Firman Venayaksa,<span>  </span>Wan Anwar, Toto ST Radik, dan beberapa relawan Rumah Dunia hadir memerinci dana. Gola Gong muncul belakangan sepulang dari kantor sambil menyerahkan daftar pemasukan dana kepada Firman. “Kas Rumah Dunia Rp. 5 jt, Forum Kesenian Banten Rp. 1 jt, Kubah Budaya Untirta Rp. 300 ribu, Padhiputih Rp. 1 jt, Fahri Asiza Rp. 500 ribu, Gagas media Rp. 500 ribu,” Firman membacakan dafar itu. “Masih ada yang mau ngasih. Tinggal kita ambil. STIE Banten Rp. 500 ribu dan STIKOM Wangsa Jaya Rp. 500 ribu.”</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">DISKUSI 30 JUNI 2007</font></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tapi bukan Rumah Dunia kalau tidak mengadakan diskusi di setiap akhir pekan. Walaupun kami sedang sibuk mempersiapkan “Ode Kampung 2”, Klab Diskusi Rumah Dunia yang dikomandani Langlang Randhawa, bekerjasama dengan Koran Jurnal Nasional, Jakarta, akan mengadakan diskusi dengan tema “Banten Bangkit”:<em> </em>Membentuk Generasi Cerdas, Kreatif, Kritis, Inovatif dengan Jurnalistik dan Sastra untuk Menuju Banten Nagari Rahayu Jaya Santika. Dalam diskusi itu menghadirkan pembicara Noor Syamsuddin Ch. Haesy, Pimpinan Umum Koran Jurnal Nasional. Moderator langsung oleh Firman Venayaksa selaku presiden Rumah Dunia dan dosen Untirta Serang.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kenapa harus “Banten Bangkit”? Langlang selaku PJ Klab Diskusi menjelaskan, “Bukan hanya kebangkitan nasional saja yang harus kita dukung, tapi<span>  </span>kebangkitan di Banten pun harus kita peringati, agar kata kebangkitan bersifat bukan hanya merasakan saja, melainkan mengalami langsung perubahan demi perubahan untuk memajukannya.” <span> </span>Langlang menyarankan, “Pelajar dan mahasiswa di Banten harus datang. Pembicaranya oke punya. Dia pernah jadi menejer program TPI, dosen di Malaysia, dan ini yang mengejutkan. Dia cucu residen pertama Banten, Achmad Chotib.”</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Diskusi “Banten Bangkit” dilaksanakan pada Sabtu, 30 juni 2007, pukul 13.30 WIB, bertempat di Rumah Dunia Komplek Hegar Alam No 40, Ciloang Serang. Bagi kawan-kawan atau saudara yang peduli dan masih memiliki rasa nasionalis atau kelokalan terhadap bangsa dan daerahnya, diharapkan kehadirannya pada acara ini. Untuk duduk bersama mendiskusikan masalah kebangkitan lokal, yang kian hari kian terkikis rasa kelokalannnya. Untuk itu, mari kita bangkit. Membangun Banten cerdas dengan jurnalistik dan sastra. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">(Muhzen_den, Pj. Kedai Buku Jawara dan mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta)</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhden.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhden.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhden.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhden.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhden.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhden.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhden.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhden.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhden.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhden.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhden.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhden.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhden.wordpress.com&blog=937662&post=16&subd=muhden&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhden.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-ode-kampung-2-dan-banten-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8069bce1a6d1d8298e0ce1a8f9517bd6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhden</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>